Skip to content Skip to footer
 
Tahun 2009, bermula dari Prof Dr. Supratman yang sekaligus dosen Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin di tujuk sebagai Direktur Program Community Based Forest Management Program oleh RECOFTC yang berkantor pusat di Bangkok, Thailand. Program tersebut program berada di Kabupaten Maros dan Kabupaten Bantaeng dan mendorong terbentuknya Tim Layanan Kehutanan Masyarakat (TLKM) Universitas Hasanuddin. Melalui skema pendampingan terbentuklah TLKM yang membantu memfasilitasi proses tersebut.

Seiring perkembangnya TLKM kemudian mulai menemukan bentuk dan mandiri pada tahun 2011 resmi berbadan hukum lembaga. TLKM kemudian menemukan tujuan dalam upaya meretas kesenjangan-kesenjangan dalam mewujudkan dan memperluas pengelolaan sumber dalam berbasis masyarakat. TLKM secara kompleks terbentuk sebagai lembaga riset serta lembaga pendampingan dan bergelut secara profesional dibidang pengelolaan sumberdaya alam, khususnya pada lokus pengelolaan sumberdaya alam berbasis masyarakat. Saat ini TLKM bersama dengan para pihak lainnya dalam implementasi pengelolaan sumberdaya alam berbasis masyarakat terutama pada penguatan hak-hak tradisonal masyarakat dalam pengelolaan hutan serta pengembangan usaha kecil menengah masyarakat.

Adapun Visi  TLKM sebagai berikut :

“Pengelolaan Sumberdaya Alam Berbasis Masyarakat yang lebih baik, adil, inklusif dan berkelanjutan”

Serta Misi TLKM :

1. Mewujudkan pengelolaan sumberdaya alam berbasis masyarakat yang dikelola secara inklusif, adil dan berkelanjutan.
2. Mendokumentasikan proses-proses belajar bersama para pihak dalam mewujudkan Pengelolaan Sumberdaya Alam Berbasis Masyarakat
3. Memberikan layanan teknis kepada para pihak yang membutuhkan bantuan fasilitasi dalam mengkampanyekan dan mengimplementasikan penguatan hak-hak masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alam serta pengembangan usaha komunitas lokal

Hingga saat ini, TLKM telah berkontribusi pada pengelolaan sumberdaya alam berbasisi masyrakat di Kabupaten Bantaeng, Maros, Barru, Sinjai, Gowa, Selayar, Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, dan Pinrang di Provinsi Sulawesi Selatan serta Kabupaten Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat. Melalui beberapa mitra dan donor yakni: The Shamdana Institute, FKKM, MCA-Indonesia, Adaptation Fund – Kemitraan (Partnership), The Asia Foundation , Sulawesi Community Foundation (SCF), TN Bantimurung Bulusaraung, TN Takabonerate, RECOFTC, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta seluruh pemerintah Daerah pada Lokasi Program.


Muh Ichwan Kadir

Director

selanjutnya


Reski Darias

Finance Manager

selanjutnya


Andi Atira Ilfa

Admin & Assistant Finance Manager

selanjutnya


Dadang Anugrah

Conflict Resolution Manager

selanjutnya


Muchlas Dharmawan Tualle

Knowledge Management & Dissemination Manager

selanjutnya


Andi Gunawan Pratama

Natural Resources Socio-Economic Manager

selanjutnya


Andi Vika Faradiba

Areal Planning & Biophysical Manager

selanjutnya


Muh Ilham Nasir

GIS and Mapping Manager

selanjutnya


Nasri

Ecology and Conservation Manager

selanjutnya

[logo-slider]