No comments yet

Berdayakan Kaum Perempuan dan Difabel, Konsorsium PSDABM-Mamuju Bentuk Kelompok Home Industry

TLKM.or.id – Industri Rumah Tangga (Home Industry) merupakan salah satu capaian dari program “Sentra Industri Rotan Berkelanjutan” diaawali dengan pembentukan kelompok home industri. Kelompok ini nantinya akan memproduksi kerajinan tangan dari rotan berbasis rumah tangga. Kegiatan ini merupakan tahap awal yang dilakukan oleh pihak Manajemen Konsorsium PSDABM-Mamuju khususnya Bidang Teknis dan Infrastruktur sebelum memulai menjalankan industri-industri rumah tangga guna menunjang perekonomian masyarakat. Pembentukan kelompok dilaksanakan di Kecamatan Bonehau yang terdiri dari Tiga Desa yaitu, Desa Bonehau, Desa Tamalea, dan Desa Hinua. Proses pembentukan difasilitasi oleh pendamping home industri masing-masing desa.

Pembentukan kelompok home industri diawali dengan pemilihan anggota kelompok yang dilakukan oleh pendamping home industri dengan melakukan identifikasi dan pengumpulan data masyarakat yang tergolong rentan dan difabel, serta kelompok perempuan yang memiliki keterampilan dalam pembuatan kerajinan tangan. Selanjutnya, dilakukan validasi data kemudian masing-masing pendamping membentuk Lima kelompok home industri di masing-masing desa. Setiap kelompok memiliki anggota sebanyak Lima orang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Anggota.

Pertemuan dilakukan secara bergiliran di masing-masing desa, dimulai pada tanggal 08 Oktober 2017 di Desa Tamalea, dilanjutkan pada hari berikutnya (09/10) dan terakhir di Desa Hinua pada tanggal 12 Oktober 2017. Agenda pertemuan yaitu pembentukan struktur pengelola kelompok dan penentuan rumah produksi sebagai pusat kegiatan dalam membuat kerajinan tangan dari rotan. Kegiatan pembentukan home industri juga dihadiri oleh Manajer Bidang Teknis dan Infrastruktur, Manajer Bidang Sumber Daya Manusia dan pemerintah desa setempat.

“Kelompok home industri ini terdiri dari Empat orang perempuan dan Satu laki-laki, dimana pihak Manajemen PSDABM-Mamuju memprioritaskan perempuan, terbukti 90% dari anggota kelompok merupakan perempuan yang notabene tergolong rentan dan difabel”, ucap Dadang Anugrah selaku penanggung jawab kegiatan tersebut.

Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini baru tahap awal, selanjutnya akan dilakukan pelatihan-pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas anggota kelompok dalam pembuatan kerajinan tangan dari rotan. Selain itu, beliau menambahkan alur kerja dari home industri akan terintegrasi dengan pabrik rotan yang pembangunannya sementara berjalan. Setelah beroperasi, pabrik rotan akan mensuplai bahan baku berupa polish, core dan fitrit ke masing-masing home industri.

Fahrum selaku Manajer Bidang Pemasaran juga menambahkan bahwa produk kerajinan tangan masyarakat akan dikumpulkan dan dipasarkan oleh pihak manajemen.

“Saat ini kita akan fokus ke pembuatan produk kerajinan yang  pasarnya cukup terbuka seperti kursi, meja, keranjang dan tas”, ucap Fahrum.

Post a comment