No comments yet

Berawal Dari Pengalaman Dan Bekerja Untuk Keselamatan Desa Kompang Kab.Sinjai

TLKM.or.id – Berawal dari permasalahan klasik yang terjadi pada pengelolaan Kehutanan, yakni konflik tenure yang terjadi di desa ini, ditambah kejadian longsor di areal hutan yang masuk dalam wilayah administrasi Desa Kompang pada juni 2008 merupakan hal yang cukup menarik dan urgent untuk ditelusuri oleh TLKM. Kejadian ini berimbas sampai ke pusat kota Sinjai, bahkan sampai ke Bulukumba.

TLKM bersama FKKM (Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat), mencoba melakukan need assesment berkaitan dengan hal tersebut. Hal yang sangat kompleks dapat dilihat disini, sebagian masyarakat mendukung aktivitas dalam hutan karena kebutuhan sehari-hari akan hasil hutan yang harus dipenuhi, sementara sebagian lagi terlihat kontra pada aktivitas di dalam kawasan hutan, karena di bayang-bayangi trauma akibat bencana longsor yang terjadi.

Oleh karenanya, PP.3/2008 tentang scheme PHBM (Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat) diharapkan dapat menjadi solusi untuk menjawab permasalahan konflik tenure yang terjadi di desa tersebut. Selain itu juga diharapkan konsep tersebut nantinya dapat menjawab “pengelolaan hutan” yang berimplikasi untuk mereduksi bencana alam seperti Longsor.

Disisi lain, terlihat sebuah pemandangan yang menarik perhatian, yang turut membakar semangat kami, yakni terlihat sejumlah siswa SMP ditemani Gurunya, sejumlah petani, dan juga Kepala Desa dengan inisiatinya sendiri melakka “penyulaman” di Hutan Lindung. Terlihat siswa tersbut membawa secarik kertas berupa tally sheet untuk mengidentifikasi jenis tanaman. Hal yang sangat mengagumkan, dikarenakan masyarakat ternyata sadar akan pentingnya menjaga kelestarian hutan.

Secara tidak sadar, masyarakat Desa Kompang ini juga telah menerapkan konsep “Green Schooling” dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Hal ini tak lepas pula dari kinerja LSM Payo-Payo yang sudah mendampingi masyarakat disana sejak bencana longsor terjadi. “Berawal dari Pengalaman dan Bekerja untuk Keselamatan”, mungkin ini lah kata yang tepat untuk mengapresiasi mereka.

Post a comment